........Selamat Hari Jadi Kab. Nunukan ke 13 tgl 12 Oktober 2012.......

Rabu, 23 Februari 2011

Pembebasan BM impor pangan dinilai tidak strategis

Pembebasan BM impor pangan dinilai tidak strategis


Bongkar-muat komoditas gula (dok. kabarbisnis.com-

SURABAYA, kabarbisnis.com:

Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) menganggap keputusan pemerintah untuk membebasakan bea masuk (BM) impor komoditas pangan seperti beras, kedelai, gandum, dan pakan ternak adalah kebijakan yang tidak strategis.

Pasalnya langkah tersebut hanya berdasarkan pada kepentingan konsumen dengan mengesampingkan kelangsungan sektor pertanian di masa yang akan datang.

"Kalau hal ini dilakukan, maka hasil produksi pertanian domestik akan terpukul dan harga akan jatuh. Pada akhirnya akan terjadi kebangkrutan massal di bidang pertanian yang akan mengakibatkan ketergantungan Indonesia terhadap impor pangan selamanya," ungkap Ketua Bidang Penyuluhan dan Pengembangan Pertanian Dewan Pimpinan Nasional HKTI, Arum Sabil, di Surabaya, Rabu (19/1/2011).

Jika kebangkrutan massal terjadi, lanjutnya, bisa saja petani akan memilih menjual tanah mereka kepada pemilik modal untuk dijadikan lahan perumahan atau properti dan lahan industri.

"Kalau hal ini sampai terjadi, maka angka pengangguran akan semakin meningkat dan kemiskinan akan bertambah besar," tegas Arum.

Harusnya, terang laki-laki yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), langkah yang diambil pemerintah untuk mengatasi kondisi ini adalah dengan meningkatkan daya beli masyarakat dan bukan malah masuk perangkap ketergantungan total terhadap komoditas pangan impor.

"Caranya ya dengan meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan produksi mereka, karena hampir 60% masyarakat Indonesia hidup dari sektor tertanian. Jika daya beli mereka terangkat, maka berapapun harga pangan di pasaran, mereka akan mampu membeli," tekannya.

Adapun langkah yang harus dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kinerja sektor pertanian diantaranya adalah dengan memperbaiki irigasi sawah yang sebagian besar telah mengalami kerusakan. Sebaban saat ini kondisi irigasi di persawahan sudah tidak bisa diandalkan.

"Jika musim penghujan air tidak bisa dibuang dan jika musim kemarau, air susah didapatkan," ungkapnya.

Upaya kedua yang harus dilakukan yaitu dengan menggencarkan aksi penggunaan pupuk organik untuk mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia serta ketiga melakukan riset dan penelitian dengan membuat proyek percontohan pertanian berdasarkan kluster, seperti sentra tanaman jagung, sentra tanaman kedelai, sentra tanaman hortikultura dan sentra tanaman padi dan tebu.

"Dengan langkah ini, saya optimistis, kinerja pertanian kita akan mengalami peningkatan. Dan pastinya ketergantungan pangan impor tidak akan terjadi," lanjut Arum. kbc6

Sumber : http://www.kabarbisnis.com/life-style/perdagangan/2817485-Pembebasan_BM_impor_pangan_dinilai_tidak_strategis.html

Tambah anggaran sektor pertanian jadi 10%

HKTI: Tambah anggaran sektor pertanian jadi 10%


Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI Prabowo Subianto saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) VII Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HKTI Jawa Timur di Hotel Utami, Sidoarjo, Jumat (22/10/2010). (Rachmad Hidayatullah)

SIDOARJO, kabarbisnis.com: Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) mendesak pemerintah untuk meningkatkan anggaran sektor pertanian sampai dengan 10% dari total Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara (APBN).

Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI Prabowo Subianto menyatakan dengan kekuatan APBN saat ini yang mencapai Rp1.200 triliun, ternyata anggaran yang dialokasikan untuk sektor pertanian hanya 1%.

"Menambah anggaran untuk sektor pertanian merupakan kebutuhan mendesak bagi Indonesia hari ini sebab seiring terjadinya perubahan iklim, pasokan komoditas pangan terancam berkurang," ujar Prabowo usai membuka Musyawarah Daerah (Musda) VII Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HKTI Jawa Timur di Hotel Utami, Sidoarjo, Jumat (22/10/2010).

Menurut Prabowo dampak perubahan iklim terhadap sektor pertanian sangatlah besar, sehingga harus memperoleh perhatian khusus dari pemerintah. Pemerintah seharusnya segera melakukan penelitian untuk menemukan varietas tanaman pangan yang mampu beradaptasi dengan perubahan iklim.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah harus mengusahakan perluasan lahan pertanian produktif. Dengan demikian produksi sektor pertanian meningkat dan mampu mengatasi kendala-kendala pasokan komoditas pangan yang menyusut akibat perubahan iklim.

"HKTI bekerjasama dengan Badan Teknologi Atom Nasional (BATAN) telah menghasilkan benih padi unggulan untuk mengantisipasi perubahan iklim. Benih padi yang telah kami edarkan yaitu Mira 1 dan Mira 2. Berikutnya, kami akan luncurkan juga benih unggul kedelai dan gandum," papar Prabowo.

Dia mengungkapkan, HKTI menargetkan benih unggul tersebut dapat ditanam di 1 juta hektar lahan padi atau sekitar 8,3% dari keberadaan lahan di seluruh Indonesia.

Probowo juga mengingatkan agar dalam situasi ini, tanggung jawab pemerintah harus disokong oleh para petani dengan turut serta mengerem laju pertumbuhan penduduk dengan melakukan program keluarga berencana (KB).

"Kalau terjadi ledakan penduduk di Indonesia, sementara produksi komoditas pangan terkendala perubahan iklim, bisa jadi timbul krisis pangan. Untuk itu para petani juga harus berupaya mengendalikan pertumbuhan penduduk dengan ikut program KB," kata Prabowo.

Dia menambahkan, kebutuhan pangan dunia kedepan akan sangat besar dan Indonesia berpeluang mengambil kesempatan tersebut sebab kekayaan Indonesia terletak di sektor pertanian. Kebangkitan Indonesia, menurut Probowo, akan ditopang oleh sektor pertanian.

"Bayangkan, Republik Rakyat Tiongkok [RRT] yang kini memiliki penduduk setara 25% dari seluruh penduduk di seluruh dunia, ternyata hanya memiliki 7% tanah yang bisa menghasilkan pangan. Indonesia bisa menjadi pemasok pangan dan energi yang dominan di dunia," jelasnya.

Dengan demikian, sambung Prabowo, keberadaan petani harus benar-benar menjadi tulang punggung yang terhormat di Indonesia. "Simpanan para petani, menurut Bank Indonesia mencapai Rp31 triliun. Jangan sampai uang yang dihasilkan para petani mengalir ke kota dan selanjutnya bermuara di ibukota tanpa kembali lagi ke desa," tegas Prabowo.

HKTI, lanjutnya, akan berupaya keras agar kesejahteraan, kemakmuran, dan kejayaan bisa dinikmati para petani. Prabowo meyakini cita-cita ini dapat dicapai dalam waktu singkat apabila para pemimpin mampu menerapkan strategi yang tepat dan konsisten.

Sementara itu, Pj Ketua DPD HKTI Jatim Supriyatno menyatakan siap mendukung program Provinsi Jatim untuk menjadi provinsi dengan produksi pertanian terbesar di dunia.

"HKTI telah mendukung ikhtiar para petani dengan berbagai program. Diantaranya kami telah membentuk koperasi HKTI, penyerahan bantuan sarana pertanian seperti traktor dan pompa air, dan berbagai program lainnya," ujar Supriyatno. kbc3

Sumber : http://www.kabarbisnis.com/life-style/agribisnis/2815540-HKTI__Tambah_anggaran_sektor_pertanian_jadi_10_.html


Mustofa, Ketua DPD HKTI Jawa Timur

Mustofa, berupaya mewujudkan petani sejahtera dan makmur


Ketua DPD HKTI Jatim Mustofa Kamal Pasa. (dok. kabarbisnis.com)

ENERGIK
, demikian kesan pertama yang ditangkap dari pria muda kelahiran Mojokerto, 27 Maret 1973 ini. Kesan ini bukan halusinasi, namun demikian adanya Mustofa Kamal Pasa.

Belum genap seminggu dilantik menjadi Bupati Mojokerto pada 18 Oktober 2010, Mustofa berkompetisi kembali, kali ini dalam pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Jawa Timur dan sukses terpilih sebagai ketua untuk periode 2010-2015 pada 23 Oktober 2010.

Dia melihat bahwa Jawa Timur maupun Mojokerto sama-sama memiliki potensi besar di sektor pertanian. Daya dukung dari pemerintahan dan stakeholder lain di Jatim merupakan kunci untuk memberdayakan petani.

“Kalau di Mojokerto, saya melihat potensi pertanian, peternakan, dan perikanan merupakan potensi besar yang perlu diungkit agar lebih maju dibandingkan sekarang. Untuk Jatim, saya melihat sektor pertanian telah memperoleh perhatian besar Gubernur, tinggal para stakeholder seperti HKTI ini harus bisa memberi sumbangsih lebih besar,” papar Mustofa di sela-sela Musyawarah Daerah VII DPD HKTI Jatim pekan lalu.

Dia mencontohkan keberadaan Puspa Agro sebagai wujud konkrit dukungan Gubernur Jatim bagi sektor pertanian Jatim. HKTI, lanjutnya, akan memaksimalkan fungsi Puspa Agro sebagai fasilitas pengungkit kesejahteraan dan kemakmuran para petani, dan bukan hanya dimanfaatkan oleh para tengkulak.

Distorsi pasar akibat ulah para tengkulak ini menurut Mustofa, bukan hanya satu-satunya pekerjaan rumah (PR) bagi HKTI. PR lainnya sangat menumpuk diantaranya adalah mendukung perluasan lahan pertanian dan mengerem alih fungsi lahan produktif menjadi kawasan industri dan perumahan.

“Rencana Tata Ruang dan Wilayah [RTRW] yang disusun pemerintah daerah terkadang tak mempedulikan alih fungsi lahan subur ini. Maka HKTI akan menghimbau agar lahan-lahan subur tetap diperuntukkan untuk sektor pertanian,” tegas putra pasangan H. Djakfaril dan Hj. Fatimah ini.

Mustofa sendiri telah membuktikan visinya di sektor pertanian dengan memulai revitalisasi sungai-sungai di Kabupaten Mojokerto yang jumlahnya mencapai ratusan. Berfungsinya sungai, menurut dia akan mendorong sektor lainnya untuk bergerak, mulai sektor perikanan, pertanian lebih maju karena memiliki cadangan air irigasi, pariwisata bahkan hingga juga mendongkrak sektor transportasi.

Suami dari dr. Ikfinah Fahmawati ini mengingatkan, di zaman dahulu sungai menjadi sarana vital dalam aktifitas keseharian penduduk. Namun seiring berkembangnya sektor industri yang tuna kepedulian terhadap lingkungan menyebabkan sungai lumpuh dari sejuta fungsinya.

Salah satu sungai yang telah direvitalisasi oleh Mustofa adalah Sungai Sadar. Sungai yang memiliki panjang 16 kilometer dan lebar 8 meter ini diperdalam oleh Mustofa. “Sebelum dikeruk, kedalaman sungai hanya 80 sentimeter, tapi setelah diperdalam, menjadi 4 meter. Maka petani pun memiliki cadangan air untuk irigasi lahan pertaniannya. Sementara para penghobi memancing bisa terpuaskan karena kami isi sungai itu dengan ribuan benih ikan,” jelas Mustofa yang telah dikaruniai tiga anak ini.

Hasil pendalaman sungai ini, sambungnya, ternyata memunculkan potensi sungai yang sebelumnya terabaikan, yakni sebagai alternatif jalur transportasi. Sementara tanah yang dikeruk dan ditumpuk di sempadan sungai telah menjadi jalan selebar 3 meter yang bisa dilewati kendaraan. Masih banyak lagi PR yang menurut Mustofa yang harus dituntaskan dalam masa kepengurusan HKTI Jatim 2010-2015.

“Saya sangat bersyukur karena di HKTI, saya dipertemukan dengan saudara-saudara di seantero Jatim. Jadi silaturahmi saya tak terbatas di Mojokerto saja. Nanti saya akan segera berkoordinasi dengan Gubernur Jatim, dan seluruh jajaran organisasi HKTI untuk membantu Jatim mewujudkan peningkatan sektor pertanian. Setidaknya kontribusi pertanian terhadap perekonomian Jatim bisa meningkat, yang saat ini tercatat baru di kisaran 30% menjadi lebih dari 30%,” pungkas Mustofa. kbc3

Sumber : http://www.kabarbisnis.com/life-style/profil/2815681-Berupaya_mewujudkan_petani_sejahtera_dan_makmur.html

PPNSI Membangun Kemitraan Petani Sejahtera

Perhimpunan Petani Dan Nelayan Sejahtera Indonesia atau PPNSI yang dideklarasikan pada 17 September 2003 terus aktif menjalankan strategi kemitraan pemberdayaan untuk meningkatkan daya saing pertanian agar petani lebih sejahtera. Kegiatan berupa workshop dan pendampingan petani digagas oleh PPNSI. Kader PPNSI terlatih dalam mendampingi petani dari awal persiapan bertani sampai pemasaran.

“Kami mendampingi sampai petani benar-benar mandiri “ kata Ape Hermawan, salah seorang koordinator PPNSI yang barusan saja menggelar pelatihan beternak kelinci di Bogor Jawa Barat. Ditambahkan Ape, terutama di wilayah pedesaan, gizi buruk seringkali melanda
justru pada keluarga peternak. Mereka memiliki hewan ternak sapi, kambing dan ayam. Tetapi lebih memilih menguangkan ternak mereka daripada mengkonsumsinya. Dengan adanya workshop beternak kelinci ini demi memenuhi ketersediaan gizi masyarakat yang murah dan terjangkau tersebut.

Workshop Agrobisnis
Tidak hanya beternak kelinci, PPNSI juga mengadakan serangkaian workshop yang tujuannya meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan. Semisal pelatihan budidaya udang windu, pelatihan pembuatan biogas, pelatihan bertani organik, dan lain-lain.Semua sektor agrobisnis digarap oleh PPNSI, lembaga kemasyarakatan yang diketuai oleh Baran Wirawan Msi.Hal ini dikarenakan PPNSI berdiri hampir di seluruh propinsi , terdapat 33 cabang di wilayah Indonesia.

Kaderisasi terjalin melalui rekruitmen dari sebuah ormas politik, sekalipun demikian aktifitas pemberdayaan PPNSI tidak mengenal basis massa. Dengan berdiri di seluruh propinsi, PPNSI hadir untuk lebih mengoptimalkan ,memberdayakan,menguatkan kelembagaan kelompok tani dan gapoktan yang telah ada dengan konsep yang lebih P-A-T-E-N : Pemberdayaan-Advokasi-Teknologi-Edukasi-Networking. “Siapa saja boleh menjadi mitra PPNSI” kata Ape menuturkan misi dan visi organisasi yang diikutinya ini.

Sumber : http://www.ppnsi.org/index.php?option=com_content&view=article&id=103:ppnsi-membangun-kemitraan-petani-sejahtera-&catid=18:aktivitas-organisasi&Itemid=114


Rabu, 10 Februari 2010

RACUN RUMPUT BUATAN SENDIRI YANG MURAH MERIAH

RACUN RUMPUT BUATAN SENDIRI YANG MURAH MERIAH

Oleh : Dian Kusumanto

Bumi Kalimantan pada umumnya sangat subur. Saking suburnya rumput-rumput juga sangat cepat pertumbuhannya. Para petani sering mengeluhkan keadaan ini. Betapa tidak, setelah lahan dibersihkan dengan cara ditebas atau dibakar, kalau sudah kena hujan sekali saja rumput lebih cepat menyusul. Tanaman yang ditanam belum besar rumputnya sudah lebih dulu meninggi dan menutupi tanaman.

Biasanya petani banyak mengandalkan racun rumput buatan pabrik yang semakin hari semakin mahal. Untuk membersihkan lahan dari rumput biasanya dilakukan beberapa kali. Kalau rumput tebal biasanya petani membakarnya saja dulu, kemudian dibiarkan sekitar 2 minggu sampai rumput mulai Nampak tumbuh lagi. Setelah itu lahan yang mulai ditumbuhi rumput tadi disemprot dengan racun rumput. Kadang petani menanami dengan tanaman yang dikehendaki sebelum penyemprotan atau yang lebih sering dilakukan setelah penyemprotan.

Setelah penyemprotan racun tersebut biasanya agak lama rumput baru tumbuh, ungkin biji rumput yang masih tersisa sebelumnya dan tidak sempat dimatikanoleh racun rumput pada penyemprotan sebelumnya. Sisa-sisa biji-biji rumput yang ada di tanah ini baru muncul sekitar 2-3 bulan kemudian (tergantung keadaan tanah, jumlah curah hujan, dll.). Pada saat pemunculannya kembali inilah petani menyemprot lagi dengan racun rumput, sebelum rumput-rumput ini sempat mengeluarkan bijinya. Jangan sampai penyemprotan dilakukan terlambat, sehingga biji-biji rumput sempat terhambur.

Demikian cara sebagian petani di Kalimantan, khususnya petani di Nunukan Kalimantan Timur yang pernah penulis temui. Beda dengan Petani di Jawa yang jarang menggunakan racun rumput pada usaha taninya, karena memang lahan yang tidak terlalu luas dan tenaga yang cukup banyak serta ternak yang memerlukan rumput setiap hari sehingga rumput selalu dipotong untuk pakan ternak.

Penggunaan racun rumput yang relative sangat banyak dan sering inilah yang membengkakkan biaya usaha tani para petani di Kalimantan umumnya, Nunukan pada khususnya. Akhirnya banyak cara dilakukan oleh para petani untuk menghemat pengeluaran belanja racun rumput dengan cara mereka sendiri. Paling tidak ada 3 (tiga) cara yang Penulis akan paparkan disini, yang berasal dari pengalaman beberapa petani di Nunukan Kalimantan Timur yang telah Penulis temui.

RESEP 5in1 (Five in One) alias GUS BenSol

Resep ini bisa saja diberi nama Racun Rumput FiO, atau Racun Rumput GUS BenSol. FiO artinya Five in One, sedangkan Gus Bensol maksudnya Garam Urea Sabun serbuk Bensin dan Solar. Mungkin nama yang enak didengar adalah Racun Rumput GUS BenSol, biar keren dan mudah terkenal. Bagaimana?

Bahan-bahan yang diperlukan :
1. Bensin 1 liter
2. Solar 1 liter
3. Garam 1 kg
4. Urea 1 kg
5. Sabun Serbuk 1 kg

Cara membuat :
1. Semua bahan-bahan di campur satu persatu, mulai dari bensin dan solar dalam satu wadah.
2. Pada wadah yang lain kemudian garam dan urea serta sabun serbuk dicampur.
3. Wadah satu yang berisi campuran bensin dan solar dicampurkan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk-aduk dituangkan pada wadah kedua yang berisi campuran garam, urea dan sabun serbuk.
4. Pengadukan dilakukan terus-menerus sampai campuran tadi menjadi larutan yang menyatu.
5. Bahan racun rumput (FiO) Five in One alias GUS Bensol siap digunakan. Simpanlah pada wadah yang aman dan tertutup jauhkan dan hindarkan dari nyala api, karena bahan ini mudah terbakar.

Cara Penggunaan :
Cara penggunaan sama dengan penggunaan racun rumput lainnya. Yaitu kalau kita ingin menyemprot dengan pompa sprayer berisi 15 liter air campurkan sekitar 50 cc obat racun rumput FiO Gus Bensol ini. Kalau dirasa kurang hebat ditambah sedikit dosisnya juga bisa sampai sekitar 200 cc (atau satu gelas wadah aqua) dalam tangki sprayer 15 liter (ada juga tangki yang 16 sampai 18 liter).

RESEP Oplosan Three in One (OTiO 12) alias Alur 12

Disebut Racun Rumput OTiO 12 alias Alur 12, hanya untuk memudahkan mengingat bahwa inilah cara petani untuk membuat pengenceran racun rumput 1 liter menjadi 12 liter dengan efek racun yang hampir sama. Pengalaman dari seorang Petani di Kampung Sei Jepun bernama Bapak Mustafa (43) ini diperoleh saat dia bekerja di perkebunan Sawit di Malaysia. Resep ini pun sudah diminta ijinny untuk disebarluaskan kepada para petani dimana saja berada, khususnya yang sempat membaca tulisan ini.





Disebut Alur 12 karena bahannya adalah Air Laut sebanyak 12 liter dan Urea, untuk memperbanyak Racun Rumput buatan pabrik yang akan digunakan.


Bahan-bahan yang diperlukan :
1. Racun Rumput Buatan Pabrik (berbagai merek) 1 liter
2. Air Laut 12 liter
3. Urea 2 kg

Cara membuat :
1. Semua bahan-bahan di campur satu persatu ke dalam wadah terbuat dari Alumunium atau yang berbahan tembikar dari tanah liat dengan sambil terus diaduk-aduk.
2. Bahan-bahan larutan pengenceran racun rumput dengan air laut dan urea dalam wadah kuali itu kemudian dipanaskan di atas kompor atau tungku kayu bakar.
3. Pengadukan dilakukan terus-menerus sampai campuran tadi menjadi larutan yang menyatu sambil terus dipanaskan sampai mendidih. Pengadukan diusahakan jangan tepat di atas wadah agar uapnya tidak terhirup oleh si Pengaduk.
4. Bahan racun rumput OTiO 12 (Oplosan Three in One) siap digunakan. Simpanlah pada wadah yang aman dan tertutup jauhkan dan hindarkan dari jangkauan anak-anak.

Cara Penggunaan :
Cara penggunaan sama dengan penggunaan racun rumput lainnya. Yaitu kalau kita ingin menyemprot dengan pompa sprayer berisi 15 liter air campurkan sekitar 50 cc obat racun rumput OTiO 12 alias Alur 12 ini. Kalau dirasa kurang hebat ditambah sedikit dosisnya juga bisa sampai sekitar 200 cc (atau satu gelas wadah aqua) dalam tangki sprayer 15 liter (ada juga tangki yang 16 sampai 18 liter).

RESEP Oplosan Three in One (OTiO 13) alias Hervit Top 13

Disebut Racun Rumput OTiO 13 alias Hervit Top 13, hanya untuk memudahkan mengingat bahwa inilah cara petani untuk membuat pengenceran racun rumput 1 liter menjadi 3 liter dengan efek racun yang hampir sama. Pengalaman dari seorang Petani di Desa Setabu Kecamatan Sebatik Barat melalui seorang PPL bernama Asri Aziz (33) ini diperoleh saat dia bekerja di sawah dan kebun Kakaonya sendiri. Resep ini pun sudah diminta ijinnya untuk disebarluaskan kepada para petani dimana saja berada, khususnya yang sempat membaca tulisan ini.

Disebut Hervit Top 13 karena bahannya adalah Vitsin (Vit) 250 gram dan Toak Pahit (ToP) sebanyak 3 liter, untuk memperbanyak Racun Rumput buatan pabrik sebanyak 1 liter menjadi 3 liter.

Bahan-bahan yang diperlukan :
1. Racun Rumput Buatan Pabrik (berbagai merek) 1 liter
2. Toak Pahit 3 liter
3. Vitsin 250 gram

Cara membuat :
1. Semua bahan-bahan di campur satu persatu ke dalam wadah terbuat dari Plastik atau yang berbahan tembikar dari tanah liat dengan sambil terus diaduk-aduk.
2. Bahan-bahan larutan pengenceran racun rumput dengan Toak Pahit dan Vitsin dalam wadah kuali itu kemudian diaduk-aduk.
3. Pengadukan diusahakan jangan tepat di atas wadah agar uapnya tidak terhirup oleh si Pengaduk.
4. Bahan racun rumput OTiO 13 (Hervit Top 13) siap digunakan. Simpanlah pada wadah yang aman dan tertutup jauhkan dan hindarkan dari jangkauan anak-anak.

Cara Penggunaan :
Cara penggunaan sama dengan penggunaan racun rumput lainnya. Yaitu kalau kita ingin menyemprot dengan pompa sprayer berisi 15 liter air campurkan sekitar 50 cc obat racun rumput OTiO 13 alias Hervit Top 13 ini. Kalau dirasa kurang hebat ditambah sedikit dosisnya juga bisa sampai sekitar 200 cc (atau satu gelas wadah aqua) dalam tangki sprayer 15 liter (ada juga tangki yang 16 sampai 18 liter).

Barangkali Anda juga punya resep yang sama ampuhnya dengan resep di atas. Atau bahkan lebih hebat? Maka jangan malu-malu atau ragu-ragu untuk saling berbagi, agar petani kita lebih makmur dan sejahtera. Sudah waktunya kita membela para Petani agar bisa meminimalkan biaya-biaya usaha taninya. Jangan selalu kita memeras petani dengan bisnis yang mengandung pembodohan terstruktur sekaligus merusak tatanan kelestarian alam.

Semoga berguna, Hidup untuk petani Indonesia!

Minggu, 20 September 2009

MERANCANG KOMODITI UNGGULAN DAERAH YANG PRO RAKYAT (AREN, SINGKONG DAN SAPI)


MERANCANG KOMODITI UNGGULAN DAERAH YANG PRO RAKYAT (AREN, SINGKONG DAN SAPI)

Oleh : Dian Kusumanto

Pembangunan yang pro rakyat menjadi isu dan topik hangat menjelang pemilu pilpres yang baru lalu. Neoliberalisme seolah menjadi musuh yang harus dienyahkan dalam era pembangunan yang akan datang. Semua kandidat dengan getol mengajukan konsep pembangunan yang pro rakyat dan tidak mau disebut sebagai agen Neolib, Neo Liberalisme.

Namun sampai sekarangpun , setelah usai pemilu dan pemenang sudah disahkan, belum ada yang mengajukan konsep yang jelas bagaimana penbangunan yang pro rakyat itu. Belum jelas pilihan komoditi apa yang menjadi unggulannya. Mereka seolah-olah lupa dengan isu yang dikembangkan dulu, tidak ada bekas-bekas jejaknya. Mereka semua lupa bahwa rakyat terus menunggu konsep itu segera dapat diaktualisasikan, diimplementasikan dalam program yang nyata.

Indonesia yang melimpah sumber daya alamnya, yang masih luas lahan–lahan yang tidak produktif, menunggu sentuhan program yang nyata, khususnya pembangunan ekonomi yang pro rakyat. Masalah pangan dan energi yang masih menjadi momok terjadinya krisis, perlu segera diatasi dipecahkan, sembari sekalian dengan paket pembangunan yang pro rakyat. Artinya pembangunan yang pro terhadap ekonomi rakyat sekaligus mengatasi masalah asasi dasar manusia, yaitu pangan & energi yang harus saling bersienergi. Alasan diatas lah yang melatarbelakangi penulis untuk menawarkan rancangan komoditi unggulan secara terpadu dengan pilihan pada komoditi AREN, SINGKONG & SAPI.

Alasan pemilihan komoditi .

Aren dipilih karena beberapa hal sbb :

1) Produktiffitasnya sangat mengagumkan, dibanding komoditi yang lain 

2) Pendapatan dari usaha harus komoditi Aren sangat tinggi dan mensejahterakan rakyat secara langsung. Aren memiliki daya ungkit ekonomi rakyat sangat hebat .
3) Aren sangat fleksibel, dapat ditanam dimana saja, khususnya dalam memanfaatkan lahan kurang produktif yang selama ini tidak digunakan oleh komoditi pangan lainnya.
4) Aren tanaman asli Indonesia, yang adaptasinya sangat luas, mudah dibudidayakan dan masyarakat sudah familiar.
5) Produk–produk tanaman Aren sangat banyak sehingga dapat memicu ekonomi kerakyatan tumbuh sangat beragam & luas
6) Produk–produk dari Aren dapat diarahkan kepada industri kerajinan rakyat, industri pangan, industri bidang energi, industri hilir yang sangan beragam.
7) Aren berpotensi menggantikan peran Tebu sebagai alternatif bahan baku produksi gula nasional dan produksi gula rakyat.
Dengan semakin menurunannya produkfitas tebu, semakin tuanya pabrik-pabrik gula, semakin berkurangnya daya dukung lahan, Aren menjadi alternatif yang paling masuk akal. Sehingga pada dasa warsa yang akan datang Aren dapat diandalkan untuk mengganti peran tebu pada industri gula Nasional.
8) Pengembangan perkebunan dan industri berbasis Aren akan dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak, sehingga dapat di andalkan untuk penanganan masalah pengganguran.

9) Dan lain-lain. (selengkapnya dapat dilihat dalam http://kebunaren.blogspot.com)



Aren termasuk tanaman jangka panjang, karena umur mulai berproduksi adalah sekitar 6-7 tahun. Oleh karena itu perlu di kombinasi dengan komoditi jangka pendek yang cocok dipadukan dengan perkebunan Aren. Tanaman yang hebat itu adalah singkong. Singkong dapat ditumpangsarikan dengan Aren, dan sama sekali tidak akan mengganggu Aren, demikian juga sebaliknya. 

Kenapa memillih Singkong :
1) Singkong adalah komoditi yang strategis, karena produk-produk hilirnya sangat banyak dan dibutuhkan oleh industri-industri lainnya, baik industri pangan, industri kimia, manufaktur, produksi energi, dll.
2) Sebagai bahan pangan, produk dari singkong dapat menggantikan fungsi beras ( sumber karbohidrat ), fungsi tepung terigu ( yang masih net impor).
3) Budidaya tidak sulit, menyakut / petani indonesia sudah sangat femiliar dengan singkong.
4) Rekayasa peningkatan produkfitas singkong, masih sangat terbuka dan gampang untuk direalisasikan, teknologinya sudah tersedia, selain itu sumber plasma nutfah singkong juga melimpah sehinga memudahkan untuk merakit genetik yang unggul dan berproduksi tinggi.
5) Seperti Aren singkong juga dapat dijadikan program kemandirian energi rakyat di pedesaan.
6) Singkong selama ini juga sudah menjadi bahan baku pakan ternak andalan. Bahkan limbahnya dapat menghidupkan industri peternakan yang akan memacu ketersediaan daging dan susu untuk pangan, serta pupuk & pestisida organik bagi dunia argroestate selanjunya.
7) Dan lain-lain.

Sinergi antara perkebunan Aren dan singkong menjadi pilihan paling prospektif dan strategis di masa akan datang. Sambil menunggu masa mulai panennya Aren, Singkong sudah dapat dipanen setiap 8-10 bulan dan terus menerus beriringan dengan Aren pada lahan yang sama.



Dengan pembudidayaan singkong ditengah-tengah kebun Aren dapat memaksimal-kan sumber daya manusia dan lahan yang ada, sekaligus meminimalkan input sarana produksi dan biaya operasional tenaga kerja. Artinya sistem keterpaduan ini bisa menyebabkan efisiesi biaya, sdm & sda yang ada. Untuk meningkatkan nilai tambah komoditi singkong maka perlu dirancang berdirinya industri pengolahan singkong, seperti pabrik pengolahan tepung cassava, tepung mocaf, deksrin, HFS, dll.
Adanya industri-industri tadi akan sangat menghidupkan ekonomi di pedesaan, tenaga kerja akan banyak dibutuhkan, maka penggangguran akan dapat diatasi. Bahkan tenaga-tenaga kerja dari luar akan berdatangan. TKI yang keluar negeri dapat dikurangi, kerena di negeri sendiri sudah terbuka lapangan pekerjaan .

Lalu apa hubungan dengan Sapi ?
Sapi adalah salah satu hewan ternak yang sangat penting dan strategis. Sapi akan memanfaatkan limbah dari hasil panen dan limbah industri singkong menjadi sumber pakannya. Limbah dari singkong seperti daun, pucuk singkong, dan kulit luar singkong, adalah pakan yang murah dan gratis bagi Sapi.

Sapi sangat di perlukan untuk menyempurnakan sistem besar keterpaduan diantara perkebunan Aren, singkong dan industri ikutannya. Selanjutnya dari usaha ternak sapi akan dapat di hasilkan pupuk dan obat-obatan yang akan menunjang produktifitas dari aren dan singkong itu sendiri. Pupuk dan obat-obat hama akhirnya dapat dipenuhi sendiri oleh sistem tersebut. Maka sinergi ini akan menjadi sangat sempurna karena hampir tidak memerlukan lagi pupuk dari luar sistem. Bahkan pupuk dan obat hama ini akan berlebih dan kelebihannya akan dapat dijual keluar sistem menjadi suatu nilai tambah lainnya.

Nilai tambah berupa pupuk dan obat hama ini tentu saja akan dapat mendukung ketersediaan sarana produksi bagi usaha tani lainnya dengan biaya yang lebih terjangkau. Dengan teknologi pengolahan pupuk dan obat-obat nabati ini akan dapat memacu produksi tanaman pangan lainnya yang ada disekitar sistem tadi.

Proyeksi / gambaran produk dari sistem terpadu

Dengan asumsi lahan usaha terpadu seluas 50 ha, maka dapat dihitung sebagai berikut :

1) Aren 200 pohon / ha x 50 ha = 10.000 pohon.

Produksi nira : 10.000 pohon x 50% = 5.000 pohon siap produksi setiap hari.
Jika setiap pohon menghasilkan nira 15 liter/ pohon/ hari, maka akan dihasilkan nira sebanyak : 15 liter/hari x 5.000 pohon = 75.000 liter/ hari.
Jika diolah menjadi gula (dengan konversi nira gula = 7.5 liter/ kg gula.
Maka produksi gula = 75.000 liter/ hari : 7.5 liter/ kg.
 = 10.000 kg gula/ hari.
 = 10 ton gula/ hari atau 3.000 ton/ tahun (jika 300 hari kerja).

2) Singkong seluas 50 ha. 
Dengan masa budidaya hingga panen selama 10 bulan dengan produktifitas sebesar 50 ton/ hektar,
Maka produksinya = 50 ha x 50 ton/ ha /10 bulan
  = 2.500 ton / 10 bulan 
Atau 250 ton/ bulan.
Jika dala sebulan jumlah hari kerjanya 25 hari, maka panen singkong setiap harinya : 250 ton/ bulan : 25 hr kerja/ bulan = 10 ton/ hari kerja.
  
  10 ton singkong /hari akan menghasilkan :
 a). Tepung mocaf = 25 % x 10 ton/ hari = 2.5 ton/ hari
 b). Kulit singkong = 15% x 10 ton /hari = 1.5 ton/ hari
 c). Daun dan pucuk singkong = 50 % x 10 ton = 5 ton / hari.
  
 3) Sapi
  Jika keperluan pakan sapi sekitar 50 kg / ekor / hari 
  Maka dengan limbah berupa kulit dan daun sebesar 6.5 ton/ hari, dapat dipelihara sapi sebanyak = 6.500 kg/ hari : 50 kg/ hari/ ekor = 130 ekor.
   
 Jika masa penggemukan sapi dalam satu siklus selama 6 bulan, maka dalam setahun ada 2 siklus. Atau dalam setahun dapat dipelihara sebanyak 260 ekor Sapi. 
 
 Adapun hasil dari penggemukkan selama masa 6 bulan akan menghasilkan pertambahan daging sebanyak : 150 hari x 0.6 kg/ hari/ ekor = 90 kg /ekor.
 Jika harga berat hidup Sapi itu sebesar Rp 25.000 /kg BH, maka pendapatan kotor dari usaha penggemukan Sapi ini adalah = Rp 2.25 Juta/ ekor/ siklus.
 
 Kalau 260 ekor setahun artinya ada potensi keuntungan sebesar Rp. 585 Juta/tahun dari penggemukkan sapi.

Dengan bertambahnya umur aren, maka populasi dari singkong juga dikurangi. Berkurangnya luas penanaman singkong menyebabkan berkurang juga produksi tepung, di kurang jumlah pakan sapi sehingga jumlah sapi yang diipelihara juga dikurangi / luas lahan.

Adapun proyeksi populasi singkong yang di taman diantara pohon Aren adalah sbb.




 Adapun proyeksi nilai ekonomi pendapatan usaha terpadu volume 50 ha ini adalah sbb :





Hitungan di atas adalah untuk lahan seluas 50 ha saja. Atau yang biasa / harus di kelola oleh satu kelompok tani dengan jumlah anggota 25 orang (masing-masing petani rata-rata memiliki 2 ha lahan).


Kalau di suatu desa itu ada 500 ha berarti akan terbentuk 10 kelompok tani dengan anggota 250 orang atau 250 KK. Kalau lahan mencapai 1000 ha berarti ada 20 kelompok tani dengan anggota 500 orang atau 500 KK. Ini sudah memenuhi syarat untuk menjadi suatu Gapoktan atau gabungan kelompok tani. Dalam hal pengelolaan usahannya bisa di kembangkan menjadi suatu koperasi atau Badan Usaha Milik Petani (BUMP) atau dengan sebutan yang lain yaitu Badan Usaha Milik Desa (BUMD).

Dalam hal pengelolaan keuangan dari BUMP/ BUMD ini bisa juga di bentuk suatu Bank desa atau LKM (Lembaga Keuangan Mikro). Sebenarnya kalau dilihat dari volume uang yang akan berputar dari bisnis usaha tani terpadu ini sudah sanggat layak untuk menjadi sebuah BANK DESA, karena memang berada di desa, bukan lagi LKM. Sebab dana yang berkembang sudah sangat besar .




OMSET USAHA DAN PENGEMBANGAN

Dari bisnis tepung saja kalau 50 ha sudah ada omset Rp 2 Milyar/ tahun, berarti kalau 1.000 ha omset akan mencapai Rp 40 Milyar/ tahun. Belum lagi sapi yang bisa mencapai sekitar Rp 10 Milyar/ tahun, pupuk dan obat hama yang mencapai Rp 5 Milyar/ tahun. Apalagi bila aren sudah mulai produksi pada tahun ke 6-7, omset usaha terpadu di desa ini akan mencapai angka Rp 600 Milyar per tahun. Desa dengan pendapatan sebesar ini mustahil jika rakyatnya ada yang sangat miskin.

Proyeksi pendapatan jika luas areal lahan usaha 1.000 ha.
1. Tepung : Rp 40 M
2. Sapi : Rp 10 M
3. Limbah : Rp 5 M
4. Aren : Rp 600 M
Jumlah : Rp 655 M/ tahun

Untuk mengolah lahan 1.000 ha semua petani sudah dibuat sewa lahan, belum lagi untuk mengolah industri tepung yang mencapai rata-rata lebih dari 10.000 ton/ tahun, mengolah sapi lebih dari 4000 ekor, mengolah pupuk dan urine sapi dengan volume lebih dari 6.000 ton/ tahun.

Kesibukan itu akan bertambah pada saat aren sudah mulai berproduksi. Volume gula yang harus di kelola akan lebih dari 60.000 ton Gula/ tahun yang diolah dari nira sebesar 450.000.000 liter Nira/ tahun. Tentu saja ini akan mengundang tenaga kerja dari luar desa tersebut akan tejadi urbanisasi ke desa kebun aren dan singkong seluas 1.000 ha ini.


PROYEKSI KEBUTUHAN TENAGA KERJA

Berapa proyeksi kebutuhan tenaga kerja yang akan diserap untuk usaha terpadu dengan dukungan lahan kebun seluas 1.000 ha ini.

1) Kebun singkong 1 orang/ ha X 1.000 ha = 1.000 orang
2) Pengelolaan tepung singkong 2 orang/ 50 ha, kalau 1.000 ha kebun = 400 0rang
3) Perkebunan aren :
- pemeliharaan kebun : 500 orang
- panen nira 5 orang/ha : 5.000 orang
4) Pabrik pengolahan gula :
  - angkutan hasil kebun : 200 orang
  - pengolahan Gula : 500 orang
  - managemen kebun : 50 orang
  - managemen pabri : 50 orang
5) Koperasi :
  - Administrasi : 10 orang
  - Simpan pinjam/ bank desa : 10 orang
  - Tenaga lapangan koperasi : 10 orang
  - Tenaga pemasaran, dll : 10 orang
  - Dll : 20 orang
  Jumlah 7.860 0rang

Bagaimana menurut Anda??

Sabtu, 05 September 2009

Harga Gula Terus Meroket, Tertinggi dalam Sejarah

Harga Gula Terus Meroket,  Tertinggi dalam Sejarah

JEMBER - Harga gula di tingkat konsumen kian hari semakin tak terkendali. Tingkat kenaikan harga cukup tinggi dan terjadi secara cepat. Kemarin, harga gula sudah menembus angka kisaran Rp 9.400-9.500/kg. 

Tak pelak, masalah melonjaknya harga gula ini menjadi pembahasan serius pemerintah. Bahkan, pagi hingga sore kemarin, Menteri Perindustrian dan Perdagangan (Menperindag) melakukan pembahasan serius di Jakarta dengan melibatkan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Dewan Gula Indonesia (DGI), para Dirut PTP, Kementerian BUMN, Menkoekuin, dan PT RNI. 

"Kenaikan harga gula saat ini termasuk yang tertinggi dalam sejarah pergulaan Indonesia," ujar HM. Arum Sabil, ketua APTRI yang kemarin turut hadir dalam rapat membahas masalah melonjaknya harga gula.

Menurut Arum, harga gula tinggi karena persediaan gula tidak seimbang dibandingkan tingginya permintaan gula di pasaran. Selain itu, harga gula naik karena India sebagai pemasok gula mengalami gagal panen. Dampaknya, harga gula internasional naik. 

"Saat ini harga gula internasional mencapai 590 US dolar per ton. Bila dihitung, harga gula internasional sampai Indonesia sudah di atas Rp 8 ribu," ujarnya. Padahal sebelumnya, rata-rata harga gula internasional sampai Indonesia hanya kisaran Rp 6 ribu. "Bahkan bisa di bawah Rp 5.500," paparnya. 

Masih menurut Arum, kejadian ini tidak pernah terjadi sejak Indonesia merdeka. Bahkan, karena gagal panen, India justru mengimpor gula 6 juta ton. 

Terkait adanya spekulan yang bermain-main dengan kenaikan harga gula saat ini, Arum menjelaskan, hal itu kemungkinan kecil terjadi. Pasalnya, bila melihat jumlah stok gula nasional saat ini, tidak mungkin ada penimbunan gula. "Kita sudah melakukan investigasi bersama tim penyidik PNS dari perindustrian dan perdagangan," ujarnya. 

Dikatakan, stok gula nasional per 27 Agustus 2009, real masih 266.679 ton. "Stok tersebut masih mencukupi untuk kebutuhan satu bulan," ujarnya. Itu belum ditambah estimasi gula yang masih dalam proses produksi yang mencapai 862.484 ton. "Kalau ditambah yang belum digiling masih ada 762.828 ton. Ini hanya untuk wilayah Jawa," ujarnya. Arum mengestimasi, produksi gula nasional 2009 diperkirakan mencapai 2,9 juta ton. 

Terkait adanya industri makanan dan minuman yang selama ini menggunakan gula rafinasi berbahan raw sugar yang beralih ke gula lokal, hal itu justru perlu disambut baik. Kata Arum, itu menunjukkan, bila gula lokal ternyata bisa digunakan untuk bahan baku industri makanan dan minuman (mamin). "Selama ini industri makanan dan minuman beralasan impor gula dilakukan karena kualitas gula lokal dinilai tidak bagus untuk bahan baku industri mamin," ujarnya. Ternyata, ketika gula impor mahal, industri mamin beralih ke gula lokal. "Itu berarti, gula lokal sebenarnya bisa digunakan untuk industri mamin," paparnya

Dengan begitu, nantinya tidak ada alasan lagi bagi industri mamin untuk tidak menggunakan gula lokal ketika harga gula impor lebih murah. "Buktinya gula lokal juga bagus untuk bahan baku industri mamin," tegasnya.

Untuk itulah, sudah saatnya pemerintah lebih serius melakukan revitalisasi pabrik gula dan meningkatkan produksi demi swasembada gula. 

Arum menambahkan, bila mengacu tahun 2008, kenaikan harga gula memang cukup signifikan. Namun, melihat fakta di lapangan, kenaikan tersebut wajar terjadi karena harga gula internasional memang naik. "Namun jangan sampai kemudian pemerintah membuka kran impor sebesar-besarnya dengan memberlakukan tarif masuk nol persen," ujarnya. Sebab, bila hal itu dilakukan akan mematikan petani tebu di Indonesia. "Harapannya petani bisa happy, konsumen tidak diberatkan dengan harga gula yang tinggi," ujarnya.

Arum cemas, jika kondisi ini tidak terkontrol dan pemerintah mengeluarkan kebijakan panik, yang dirugikan justru petani. "Oleh karena itu, kami berharap semuanya bisa bersama-sama menciptakan iklim usaha yang kondusif. Petani happy, konsumen happy," ujarnya. 

Dengan kenaikan harga gula ini, kata Arum, petani sebenarnya bisa untung. Perkiraannya, biaya produksi petani paling tinggi mencapai Rp 6 ribu per kilogram. "Ini sudah royal," ujarnya. Sedangkan harga gula internasional sekitar Rp 8 ribu. "Jadi, harga gula impor masih tinggi dibandingkan harga gula petani. Dijual Rp 7 ribu saja, petani sudah untung," ujarnya. 

Lain lagi dengan yang disampaikan Muhammad Ali Fikri, ketua Harian PPTR (Paguyuban Petani Tebu Rakyat) PTPN XI. 

Menurut Fikri, perubahan harga yang begitu cepat ini, membuat konsumen waswas, sehingga ada yang melakukan aksi borong atau panic buying. 

"Kami bersama dengan teman-teman melakukan pengamatan terkait kenaikan harga gula tersebut. Bagaimanapun juga kenaikan harga ini tidak dinikmati para petani tebu. Mereka tetap saja dalam kondisi awal," katanya. Kenaikan harga tersebut, menurut dia, salah satunya disebabkan ulah spekulan nakal.

Dikatakan, harga gula semakin mahal karena lahan tebu semakin menyempit. Di Jawa Timur saja, kata dia, 10 ribu hektare lahan tebu sudah berubah menjadi lahan komoditas lain. 

Puluhan ribu hektare lahan yang berubah fungsi ini tersebar di beberapa wilayah, seperti Jember, Bondowoso, Lumajang, Situbondo, Banyuwangi, Probolinggo, Madiun, dan Magetan. "Lebih banyak di wilayah kerja PTPN XI. Sedangkan di Jember sendiri ada 2.000 hektare lahan yang sudah ditanami komoditas lain," paparnya. 

Atas kondisi ini, menurut Fikri, jelas target produksi gula menurun. Dari target nasional produksi gula sebanyak 3,3 juta ton, saat ini hanya terpenuhi 2,7-2,8 juta ton. 

"Saat ini masih ada cadangan sekitar 200 ribu ton gula. Namun itu masih dalam bentuk bahan baku dan baru bisa diproduksi pada bulan September, Oktober, dan November," ujarnya.

Di samping itu, lanjut Fikri, naiknya harga gula dalam negeri ini juga dipengaruhi kenaikan harga gula dunia. Sampai saat ini harga gula internasional berada di atas USD 500/ton. Ini menyusul terjadinya gagal panen di beberapa negara produsen gula, seperti Brazil, India, dan Ecuador, karena pengaruh elnino. 

"Pada tahun ini, mereka sudah tidak memiliki banyak stok gula," tegasnya. Meski begitu, kondisi ini diperkirakan tidak terlalu lama terjadi. "Akan membaik tahun depan. Namun untuk saat ini mereka mengalami gagal panen. Sehingga stok gula dunia juga ikut berkurang," tegasnya.

Fikri menambahkan, faktor lain yang ikut mempengaruhi harga gula adalah masuknya gula lokal ke industri makanan dan minuman (mamin). Seharusnya, industri mamin menggunakan gula rafinasi (raw sugar). 

"Karena bahan tersebut mahal, akhirnya menggunakan gula lokal," tegasnya. Akibatnya, persediaan gula lokal untuk konsumsi rumah tangga ikut berkurang. 

Fikri juga melihat, kenaikan harga juga dipengaruhi adanya permainan dari spekulan nakal yang memanfaatkan kondisi gula yang menipis. 

"Mereka melihat bahwa stok gula untuk nasional di tahun 2009 ini menipis. Akhirnya melakukan pembelian besar-besaran. Kemudian menimbun dan menjual di saat yang sudah ditentukan. Karena stok terus menipis, mereka bisa menjual dengan harga tinggi," ungkapnya. 

Fikri mengungkapkan, dengan naiknya harga gula di konsumen, petani tebu tidak merasakan imbasnya. Ini mengingat, harga gula tebu petani sudah memiliki HPP (harga pokok pemerintah). 

"Pemerintah menetapkan harga Rp 5.350/kg," ujarnya. Dengan harga HPP Rp 5.350/kg, diharapkan harga di tingkat konsumen hanya kisaran Rp 7 ribu/kg. 

Sayang, tampaknya hal itu tidak sesuai dengan rencana. Buktinya harga gula semakin melambung mencapai Rp 9.500/kg. Padahal, dalam lelang terakhir telah disepakati harga gula mencapai Rp 8.375/kg di pasaran. (wnp/rid)

Sumber :

http://www.jawapos.com/radar/index.php?act=detail&rid=111115