........Selamat Hari Jadi Kab. Nunukan ke 13 tgl 12 Oktober 2012.......

Rabu, 12 Maret 2014

PROSPEK PENGOLAHAN IKAN TERI AMBALAT (ITA) UNTUK PASAR DOMESTIK




PROSPEK PENGOLAHAN IKAN TERI AMBALAT (ITA) UNTUK PASAR DOMESTIK

Oleh : Dian Kusumanto


Produksi Ikan Teri Ambalat

ITA adalah hasil tangkapan nelayan dari alat tangkap berupa Bagan.  Bagan adalah rumah atau tempat penangkapan ikan statis yang berada atau dipasang ditengah perairan laut dangkal dengan potensi lalu lintas ikan yang dinamis.   Di bagan para nelayan juga menelola hasil tangkapannya dengan memasaknya dan kemudian menjemurnya agar awet untuk disimpan.  Untuk mencapai bagan nelayan menggunakan perahu atau kapal, baik secara sendiri atau berombongan.   

Di wilayah perairan Ambalat terdapat sekitar 250-an bagan.  Jarak antara bagan yang satu dengan yang lain saling berjauhan minimal  sekitar 200-an meter.  Bagan-bagan ini pada umumnya dimiliki oleh para nelayan atau para pemodal yang berkerja sama dengan para nelayan dalam pengoperasiannya.   Bagan sebenarnya sudah lama ada, namun mulai berkembang dengan pesat terjadi semenjak harga BBM naik, sehingga banyak nelayan yang tidak dapat menjalankan perahu tangkap. 

Dengan mendirikan bagan, ongkos operasional dan kebutuhan minyak atau bahan bakar perahu atau kapal turun drastis.  Mereka cukup berperahu menuju bagan dan tinggal beberapa hari sambil menunggu ikan tangkapan masuk ke jaring pengangkut yang dipasang di bawah bagan.   Kebutuhan minyak tambahan mungkin hanya pada saat harus menyalakan lampu untuk menarik perhatian ikan memasuki jaring bagan.  Lampu penarik itu dinyalakan sekitar 3 jam pada malam hari pada setiap hari melakukan penangkapan.


Karakteristik Ikan Teri  Ambalat

Produksi ITA berfluktuasi tergantung dari kondisi alam.  Kondisi alam yang paling menentukan antara lain adalah keadaan Bulan dan arus air laut.   Pada saat bulan-bulan terang antara tanggal 13 – 15 – 18, kurang lebih sekitar seminggu, hasil ITA cenderung turun bahkan nihil.  Semakin gelap keadaan bulan, maka semakin banyak hasil tangkapan ITA tersebut.    

Posisi wilayah perairan Ambalat memang sangat strategis karena merupakan arus mineral laut yang berpotensi ikan air dangkal yang cukup tinggi.   Di bawah permukaannya terdapat gugusan karang yang dikenal sebagai gugusan Karang Unarang.  Disinyalir terdapat potensi kandungan minyak bumi yang besar yang sedang diminati juga oleh Malaysia.

Kawasan Ambalat  terletak  wilayah timur terdapat Selat Makasar, utara Laut China Selatan, bagian selatan dengan Laut Jawa, sedangkan barat dengan Pulau Kalimantan.   Selain itu pengaruh iklim karena berada di dekat lintang garis khatulistiwa.  Di Tanjung Mangkaliat letak tengah-tengah .  Musim Utara  ikan ke Selatan dan berhenti di daerah Daerah Khatulistiwa, karena kaya akan mineral dan sumberdaya hayati yang diperlukan untuk kehidupan ikan.

Musim angin ada 4 (utara, selatan, timur, barat).  Tiap musim  membawa detritus (sumber makanan), ikan terikut  mengikuti arus makanan tadi.   Jadi ada 3 musim yang bagus kecuali barat, karena barat terhalang leh Pulau Kalimantan atau tidak aa detritus yang terbawa arus dari barat karena berupa daratan Pulau Kalimantan.  

Gugusan karang hanya terdapat pada daerah tropis yang terekspose sinar matahari kuat, oleh karena itu menyimpan potensi yang besar akan meniral dan detritus sebagai sumber makanan aneka macam ikan, termasuk ikan teri.   ITA termasuk jenis ikan Pelagis yang berada pada kawasan Euritic (yang masih terdapat cahaya matahari).

Kisaran kedalaman air laut di kawaan Ambalat berkisar pada 0 – 30 meter dpl.

Tingkat kesuburan perairan akan berpengaruh pada tingkat produktifitas ikan, yang ditandai oleh kandungan nutrien tinggi.

Oleh para nelayan kawasan ini menjanjikan harapan besar karena potensi ikan terinya.  Setiap bagan dapat memperoleh rata-rata sekitar 100 kg ikan teri setiap harinya.  Ikan teri Ambalat memiliki ciri yang sangat diminati oleh pasar di Tawao, Kota Kinabalu, bahkan sampai di Kuala Lumpur dan Singapura.  Bahkan beberapa informasi mengatakan pasar ikan teri dari Ambalat ini sampai juga ke pasar di Taiwan, Korea dan Jepang, setelah diolah oleh para pengusaha di Tawao.

Musim tangkap hampir sepanjang tahun, kecuali pada musim barat selama  2 bulan  yang berkisar mulai akhir oktober sampai awal januari.



Pola Agribisnis Ikan Teri Ambalat

Selama ini pemasaran ITA ini masih terbatas ke Tawao.  Sedangkan di Sebatik dikoordinir oleh para pedagang pengumpul yang bertindak juga sebagai juragan tempat pengambilan sarana prasarana untuk operasional bagan para nelayan.  Para nelayan yang memiliki bagan dapat meminjam atau menghutang keperluan-kelperluan untuk pergi ke bagan, seperti  minyak, sembako, alat tangkap jaring, dll.,  bahkan uang untuk keperluan keluarga nelayan yang ditinggalkan melaut ke bagan. 

Ada sekurangnya 6 pedagang pengumpul ITA ini di seluruh Sebatik, mereka tersebar mulai dari  Sei Taiwan di Desa Tanjung Karang,  Sei Bajo di Desa Tanjung Aru,  Sei Nyamuk dan Sei Pancang.  

H Asdar & H. Mochtar di S. Taiwan;  Hj. Emi di Tajun Aru;  S. Nyamuk ada 2 (anggota Pak Masjidil);  H. Kono di Sei Pancang.  Yang terbesar ada 2 yaitu Hj Emi dan H. Asdar.   Di luar edagang pengepul besar ada juga pengepul kecil yang dikirim sendiri ke Tawao.  Di Tawao ada beberapa pedagang besar penampung.

Dari Tawao kemudian dipasarkan ke KK, Taiwan, Brunei, Semenanjung dan Singapore.

Di tingkat nelayan hasil tangkapan dimasak menggunakan kuali besar dari drum bekas bahan bakar kayu di bagan, kemudian dijemur di bagan, setelah agak kering dibawa disetor ke pedagang pengumpul.   Oleh pedagag pengumpul ditimbang dan diolah lebih lanjut dengan dibuang kepala dan tulang dan dibersihkan dan tidak dikeringkan lagi.

Para nelayan mendapatkan pembayaran berdasarkan berat ITA setelah proses.  Harga pembelian kepada nelayan ditentukan juga dari harga pedaang besar yang ada di Tawao.  Saat ini harga di Tawao sekitar RM 13.5 per kg ditingat nelayan sebesar RM  9 sampai 10.5.

Hasil dari kegiatan pengolahan adalah terpisahnya ITA siap jual, kepala dan tepung kotoran dari ikan teri yang menjadi hak dari para pedagang pengumpul.  Ini sebagai kompensasi dari biaya pembersihan dan cabut kepala dan tulang dengan upah sebesar RM 1 per kg ITA hasil  (bukan ITA bahan).   Limbah berupa kepala dan tepung rontokan dari ikan teri dijual ke Tawao  atau di Sebatik dengan harga RM 0.4 per kg.

Pedagang pengumpul biasanya baru menerima pembayaran 1 bulan kemudian dengan pembayaran setengah bulan.  Artinya masih ada pembayaran tertahan untuk setengah bulan pada Pedagang Besar yanga ada di Tawao.   Pedagang besar di Tawao serng disebut sebagai Taoke.   Setiap pedagang pengumpul biasanya hanya berlangganan pada satu Taoke saja.  Sebab Taoke hanya bisa menerima ITA dari pelanggannya saja yang bersifat tetap.  Penjualan dari bukan pelanggan biasanya agak sulit dan cenderung mendapatkan harga yang di bawah standard.

Upaya peningkatan nilai ekonomi Ikan Teri Ambalat

Dari sisi ITA sebenarnya memiliki peluang ditingkatkan nilai ekonominya cukup banyak, antara lain :
v  Mengolahnya menjadi produk olahan jadi atau siap makan seperti teri goreng, teri goreng tepung, kerupuk teri, sambal goreng teri, rempeyek teri, terasi teri, dll.
v  Meningkatkan mutu pengeringan sehingga dapat memperpanjang daya simpan,  misalnya menggunakan pengeringan oven.
v  Mempercantik penampilan dengan warna yang lebih putih, lebih kering dengan kemasan yang menarik.
v  Tata niaga yang langsung ke konsumen dari dalam negeri atau luar negeri. 
v  Perbaikan sistem pengolahan, pengeringan, pengangkutan dan penyimpanan.
v   

Diversifikasi produk olahan ikan teri ambalat

a.  Camilan anak sekolah

Di daerah Sabah dan Semenanjung Malaysia  ITA banyak diolah menjadi makanan ringan untuk anak-anak sekolah.  Ikan teri dikenal sangat baik gizinya untuk pertumbuhan tulang dan jaringan otak, khususnya pada saat masa pertumbuhan pada usia anak-anak sekolah.  Makanan ringan ini sangat populer dan menjadi makanan anjuran karena nilai gizinya yang sangat bagus untuk masa pertumbuhan.   Kandungan protein, DHA, phospor dan Calsium dan mineral lain yang cukup tinggi sangat baik bagi perkembangan otak anak-anak serta pembentukan tulang.  

Anak-anak yang semenjak kecil dibiasakan mengkonsumsi ikan teri dalam jumlah cukup akan tumbuh cepat tinggi dan besar dengan kapasitas otak yang sangat bagus.  Anak-anak akan tumbuh dengan tingkat kecerdasan di atas rata-rata.

b.  Lauk yang siap saji

Jenis lauk siap saji yang cukup populer dan terbuat dari teri antara lain seperti :  teri goreng, teri goreng tepung, kerupuk teri, sambal goreng teri, rempeyek teri, terasi teri, dll.   Aneka olahan ini bisa dibuat dengan berbagai pilihan rasa, seperti asin, manis da pedas.  Atau dengan pilihan tambahan kombinasi dengan bahan makanan lain seperti teri dan kacang, teri dan tepung, teri dan  kedelai, teri dan tempe, teri dan tahu, dll.

Penjualan lauk berbahan teri dengan aneka olahan ini antara lain melalui warung-warung nasi, warung-warung camilan, toko-toko, super market, outlet-outlet yang ada di bandara, pelabuhan, dst.    Kemasan bisa disediakan dengan berbagai pilihan disesuaikan dengan pangsa pasar yang dituju, yaitu kemasan perorangan (yang kecil) dan kemasan keluarga (untuk oleh-oleh dan rumah tangga) serta kemasan besar untuk dijual kembali oleh pedagang pengecer.

Bagaimana menurut Anda?